ARUNGNEWS.COM,JAMBI-Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan Legok yang digelar di Kantor Lurah Legok, Senin (5/1/2026) pagi, berlangsung tegang. Forum yang dihadiri perwakilan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) itu berubah menjadi ajang pelampiasan kekecewaan warga atas janji Pemerintah Kota Jambi yang dinilai tak kunjung direalisasikan.
Ketua Karang Taruna Kelurahan Legok, Ab. Dai, secara terbuka mempertanyakan tindak lanjut proposal pembangunan jogging track di kawasan Danau Sipin, tepatnya di RT 23. Ia menegaskan, usulan tersebut bukan sekadar aspirasi warga, melainkan janji langsung Wali Kota Jambi yang hingga kini tak menunjukkan kejelasan.
“Kami sudah menyampaikan proposal, dan ini juga janji wali kota. Tapi sampai hari ini tidak ada satu pun respons. Jangan sampai janji ini hanya manis di masa kampanye,” kata Ab. Dai dengan nada tegas di hadapan forum.
Kekecewaan itu berujung pada pernyataan sikap politik. Ab. Dai menyatakan tidak akan lagi terlibat dalam barisan pemenangan apabila pemilihan wali kota digelar saat ini.
“Kalau hari ini ada pemilihan wali kota, saya pastikan tidak akan terulang kedua kali. Kami dulu bekerja sebagai tim Maulana–Diza dan memenangkan mereka di Kelurahan Legok,” ujarnya.
Nada kritik serupa disampaikan Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Danau Sipin, Jhon Herman.
Ia mempertanyakan nasib sejumlah proposal yang telah diajukan, mulai dari peninggian jalan di depan Kantor Lurah Legok yang kerap terendam banjir hingga pembangunan jembatan di kawasan Danau Sipin, yang hingga kini tak kunjung mendapat tanggapan dari pemerintah kota.
Jhon Herman juga mendesak agar sebagian anggaran pembangunan danau buatan dalam program Pemerintah Kota Jambi dialihkan untuk pengembangan Danau Sipin. Menurutnya, Danau Sipin memiliki nilai strategis karena berada di pusat kota dan menyimpan potensi besar sebagai kawasan wisata.
“Danau Sipin ini ada di tengah Kota Jambi. Kalau dibangun bertahap, sektor UMKM bisa tumbuh dan masyarakat bisa menggantungkan hidup dari pariwisata,” katanya.
Selain itu, ia menilai keberadaan kantor Kepolisian Sektor (Polsek) di kawasan Danau Sipin sudah mendesak, mengingat wilayah tersebut telah berstatus kecamatan. Ia menyebut Polsek sebagai salah satu prasyarat penting dalam pemekaran wilayah, selain fasilitas pendidikan dan infrastruktur pendukung lainnya.
Musrenbang Kelurahan Legok yang semestinya menjadi ruang penyerapan aspirasi masyarakat justru menegaskan adanya jarak antara janji politik dan realisasi pembangunan. Warga berharap forum perencanaan ini tidak kembali berakhir sebagai agenda seremonial tanpa tindak lanjut nyata.(**)
ARUNGNEWS.COM,JAMBI-Aksi mogok kerja petugas kebersihan Kota Jambi tidak hanya dipicu oleh mandeknya kenaikan upah selam...
ARUNGNEWS.COM,JAMBI-Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan Legok yang digelar di Kantor Lurah Legok, ...
ARUNGNEWS.COM,JAMBI- Persoalan sampah di Kota Jambi kian memprihatinkan. Dampak mogok kerja petugas kebersihan menyebabk...
ARUNGNEWS.COM,JAMBI-Ratusan petugas kebersihan sampah di bawah naungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jambi menggelar...
ARUNGNEWS.COM,JAMBI - Kepolisian Daerah (Polda) Jambi mencatat peningkatan signifikan dalam pengungkapan tindak pidana n...
ARUNGNEWS.COM,JAMBI-Polrestabes Jambi mencatatkan pencapaian gemilang sepanjang tahun 2025. Melalui pers rilis akhir tah...
ARUNGNEWS.COM,JAMBI-Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Tanjung Jabung Timur dalam beberapa hari terakhir mendapat perh...
ARUNGNEWS.COM,PAPUA-Duka mendalam menyelimuti keluarga Pratu Farkhan Syauqi Marpaung, prajurit Tentara Nasional Indonesi...
ARUNGNEWS.COM,JAMBI-Intensitas curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir di wilayah Jambi berdampak pada kond...
ARUNGNEWS.COM,JAMBI- Pemerintah pusat menetapkan dua ruas jalan tol di Provinsi Jambi sebagai bagian dari Proyek St...